1. Buatlah pseudocode &
flowchart untuk menghasilkan 1 liter air dengan menggunakan tabung dengan
ukuran 3 liter dan 5 liter.
Maksudnya adalah:
a. Isi penuh tabung 3 liter dengan air (tabung 3
liter berisi 3 liter air)
b. Tuangkan air dari tabung 3 liter ke dalam
tabung air 5 liter (maka tabung 5 liter berisi 3 liter air)
c. Isi penuh lagi tabung 3 liter dengan air
(tabung 3 liter berisi 3 liter air)
d. Tuangkan air dari tabung 3 liter kedalam
tabung 5 liter hingga penuh (di dalam tabung 3 liter sekarang tersisa 1 liter
air)
e. Buang seluruh air dari tabung 5 liter air
(tabung 5 liter kosong)
f.
Tuangkan air dari
tabung 3 liter (yang tersisa 1 liter tadi) kedalam tabung 5 liter (tabung 5
liter sekarang berisi 1 liter air, tabung 3 liter kosong)
g. Maka logikanya adalah 3+3=6 , 6-5=1
PSEUDOCODE
Program Penghitung
{Menghitung 1 liter
air menggunakan
tabung berukuran 3
liter dan 5 liter}
Deklarasi
Inisialisasi 1 liter
air
Inisialisasi tabung 3
liter dan tabung 5 liter
Deskriptif
Input
1 liter air dalam
tabung
Jika iya, maka cetak
tabung yg berisi air 1 liter
jika tidak, maka
kembali lagi input hingga tabung berisikan 1 liter air.
selesai
2. Buatlah
pseudocode & flowchart untuk KHS sederhana dengan ketentuan
Tabel
Nilai
Nilai Huruf ket
86 - 100 A Lulus
71 - 85 B Lulus
61 - 70 C Lulus
51 - 60 D Tidak lulus
0 - 50 E Tidak lulus
dengan inputan
-Nim
-Nama
-Matakuliah
-Nilai(0-100)
Nilai Huruf ket
86 - 100 A Lulus
71 - 85 B Lulus
61 - 70 C Lulus
51 - 60 D Tidak lulus
0 - 50 E Tidak lulus
dengan inputan
-Nim
-Nama
-Matakuliah
-Nilai(0-100)
PSEUDOCODE
Algoritma KHS Mahasiswa
{menentukan nilai
mahasiswa jika nilai lebih besar dari 60 maka
mahasiswa tersebut
dinyatakan lulus jika tidak maka dinyatakan tidak lulus }
Deklarasi
Nim (string)
Nama (string)
Matakuliah (string)
Nilai (integer)
Nama (string)
Matakuliah (string)
Nilai (integer)
Keterangan (string)
Deskriptif
Input
Read (nim,
nama,matakuliah, nilai)
If nilai >60 then
Keterangan = “lulus”
Else
Keterangan = “tidak
lulus”
Write (keterangan)
selesai
1 3. Sebutkan contoh operator yang
digunakan dalam pemrograman dan contoh penggunaan dalam program :
a. Arithmetic operator
Operator ini digunakan
untuk melakukan sebuah opearasi penghitungan atau aritmatika dalam bahasa
pemrograman. Tugasnya untuk memecahkan masalah matematika.
Operator
|
Keterangan
|
Contoh penggunaan
|
+
|
Penjumlahan
|
4 + 2 = 6
|
-
|
Pengurangan
|
4 – 2 = 2
|
*
|
Perkalian
|
4 * 2 = 8
|
/
|
Pembagian
|
4 / 2 = 2
|
%
|
Sisa bagi (modulus)
|
5 % 2 = 1
|
++
|
Increment
|
a++ = 11
|
--
|
Decrement
|
a-- = 9
|
b. Assignment operator
operator
ini berfungsi untuk memberikan nilai kepada variabel. Kita akan
menggunakan
= ( tanda sama
dengan ) untuk memberi nilai.
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
Bentuk lain
|
+=
|
Tambahkan AND operator penugasan, menambahkan
operan yang benar untuk operan kiri dan menetapkan hasil untuk operan kiri
|
a+=3
|
a = a + 3
|
-=
|
Kurangi AND operator penugasan, itu mengurangi operan kanan dari
operan kiri dan menetapkan hasil untuk operan kiri
|
a-=3
|
a = a – 3
|
*=
|
Kalikan AND operator penugasan, mengalihkan
operan kanan dengan operan kiri dan menetapkan hasil untuk operan kiri
|
a*=3
|
a = a * 3
|
/=
|
Bagikan AND operator penugasan, membagi operan kiri dengan
operan kanan dan menetapkan hasil untuk operan kiri
|
a/=3
|
a = a/3
|
%=
|
Modulus AND operator penugasan, sisa bagi dengan menggunakan dua operan dan menetapkan
hasil untuk operan kiri
|
a%=3
|
a = a % 3
|
>>=
|
Shift kiri AND operator penugasan
|
a>>=3
|
a = a >> 3
|
<<=
|
Shift kanan AND operator penugasan
|
a<<=3
|
a = a << 3
|
&=
|
Bitwise AND operator penugasan
|
a&=3
|
a = a & 3
|
^=
|
Bitwise XOR dan operator penugasan
|
a^=3
|
a = a ^ 3
|
|=
|
Bitwise inclusive
OR dan operator penugasan
|
=3
|
3
|
c. Logical operator
operator
yang digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel atau lebih. Hasil dari
operasi ini adalah nilai boolean true atau false.
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
&&
|
AND - Jika
semua operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.
|
(5<2) and (5>2) hasilnya False
|
||
|
OR - Jika
salah satu operand bernilai benar (TRUE) maka kondisi bernilai benar.
|
(5<2) or (5>2) hasilnya True
|
!
|
NOT -
Digunakan untuk membalik kondisi. Jika kondisi benar (TRUE) maka akan berubah
menjadi salah (FALSE), begitu pula sebaliknya.
|
Not (5<2) hasilnya
True
|
d. Relational operator
Operator selanjutnya
adalah operator relasi - operator ini akan banyak kita gunakan dalam suatu
statement bersyarat yang selalu menghasilkan nilai true atau false.
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
==
|
Sama dengan
|
5==2 (False)
|
!=
|
Tidak sama dengan
|
5!=2 (True)
|
>
|
Lebih dari
|
5>2(True)
|
<
|
Kurang dari
|
5<2 (False)
|
>=
|
Lebih dari atau sama dengan
|
5>=2 (True)
|
<=
|
Kurang dari atau sama dengan
|
5<=2(False)
|
e. Pointer operator
sebuah variabel yang berisi alamat lain. Suatu
pointer dimaksudkan untuk menunjukan ke suatu alamat memori sehingga alamat
dari suatu variabel dapat diketahui dengan mudah.
Intinya :
- Pointer adalah suatu variabel yang menunjuk ke alamat memory variabel yang lainnya.
- Variabel pointer berisi suatu alamat (alokasi memory).
Intinya :
- Pointer adalah suatu variabel yang menunjuk ke alamat memory variabel yang lainnya.
- Variabel pointer berisi suatu alamat (alokasi memory).
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
&
|
Operator alamat
|
Int ‘alamat’;
Int nilai=10;
Alamat=$nilai;
Printf(“$d”,’alamat);
Hasilnya 10
|
*
|
Operator reference
|
Int ‘alamat’;
Int nilai=10;
Alamat=$nilai;
Printf(“$p”,alamat);
Hasilnya FFCCDD
|
f.
Bitwise operator
operator yang digunakan untuk memanipulasi bit-bit
nilai data yang ada di memori. Operator ini hanya dapat digunakan untuk tipe
data:
·
char
·
int
·
long int
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
&
|
Logika AND
|
12 & 10
menghasilkan 8
|
|
|
Logika OR
|
12 | 10 menghasilkan 14
|
^
|
XOR
|
12 ^ 10 menghasilkan
6
|
~
|
NOT
|
~12 menghasilkan 13
|
<<
|
Sift left (SHL)
|
12 >> 2
menghasilkan 3
|
>>
|
Sift right (SHR)
|
17 << 7 menghasilkan 48
|
Dosen pengampu : Andrian Eko Widodo M.kom




0 komentar:
Posting Komentar